Struktur organisasi - Tupoksi Bidang Pencatatan Sipil PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 30 July 2010 03:03
Article Index
Struktur organisasi
Tupoksi Kepala Dinas
Tupoksi Sekretaris
Tupoksi Bidang Pendaftaran Penduduk
Tupoksi Bidang Pengelolaan Sistem Informasi Kependudukan
Tupoksi Bidang Pencatatan Sipil
All Pages

Bidang Pencatatan Sipil

Kepala Bidang Pencatatan Sipil, mempunyai tugas pokok menyusun kebijakan dan petunjuk teknis di Bidang Pencatatan Sipil serta melaksanakan kegiatan pencatatan dan penerbitan Akta Perkawinan, Perceraian, Pencatatan Kelahiran, Kematian, Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan.

Bidang Pencatatan Sipil, mempunyai fungsi :

  1. Penanggungjawab pelaksanaan kegiatan di bidang perkawinan, perceraian, pencatatan kelahiran, kematian, pengangkatan anak, perubahan nama dan status kewarganegaraan.
  2. Perumusan kebijakan teknis di bidang perkawinan, perceraian, pencatatan kelahiran, kematian, pengangkatan anak, perubahan nama dan status kewarganegaraan.
  3. Penyusunan program kerja bidang.
  4. Pelaksanaan dan pembinaan teknis di bidang perkawinan, perceraian, pencatatan kelahiran, kematian, pengangkatan anak, perubahan nama dan status kewarganegaraan.
  5. Pengawasan dan pengendalian teknis di bidang perkawinan, perceraian, pencatatan kelahiran, kematian, pengangkatan anak, perubahan nama dan status kewarganegaraan.
  6. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sebagai dengan tugas dan fungsinya.

Uraian Tugas Jabatan Kepala Bidang Pencatatan Sipil terdiri dari :

  1. Menyusun rencana kegiatan di bidang catatan sipil berdasarkan program kerja serta evaluasi tahun lalu sebagai pedoman dan petunjuk pelaksanaan kegiatan.
  2. Menyusun rencana kerja / kegiatan penyelenggaraan di bidang catatan sipil dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku sebagai pedoman pelaksanaan tugas ( SAK / SIAK ).
  3. Menyusun kebijakan teknis di bidang Catatan Sipil.
  4. Melaksanakan pelayanan kepada masyarakat serta menyelenggarakan administrasi pencatatan sipil.
  5. Menjabarkan perintah atasan dengan memahami dan menguraikan perintahnya agar dalam pelaksanaan berjalan lancer.
  6. Mendistribusikan tugas kepada bawahan sesuai bidang tugasnya agar dalam pelaksanaan kegiatan tidak saling tumpang tindih, berjalan efektif dan efisien.
  7. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait baik tertulis maupun melalui rapat / pertemuan formal agar dalam pelaksanaan berjalan harmonis.
  8. Memberikan petunjuk kepada bawahan untuk sinkronisasi pelaksanaan tugas.
  9. Menyelenggarakan administrasi umum tentang pencatatan sipil yang meliputi pembuatan akta kelahiran, akta kematian,  akta perkawinan, akta perceraian, akta pengangkatan anak, perubahan nama dan akta status kewaganegaraan dan akta jenis lain sesuai ketentuan perundang-undangan serta melaksanakan penyimpanan dokumen akta.
  10. Memeriksa pelaksanaan tugas bawahan agar diketahui tingkat efektivitas dan efisiensi pelaksanaan kegiatan.
  11. Melaksanakan sosialisasi dan pembinaan kebijakan pemerintah daerah di bidang catatan sipil bersama instansi / bidang terkait.
  12. Mengkoordinasikan penyiapan blangko-blangko akta, pendaftaran akta dan administrasi kelengkapan lainnya Bidang Catatan Sipil.
  13. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan tugas dengan pendelegasian dan pembagian tugas untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan.
  14. Mengarahkan kebijakan penyelenggaraan tugas agar pelaksanaannya sesuai pedoman kerja ( SAK / SIAK ).
  15. Menyelenggarakan rencana kegiatan Bidang Catatan Sipil dengan berpedoman pada landasan kerja guna memberikan pelayanan kepada masyarakat.
  16. Menandatangani kutipan akta dengan meneliti kebenarannya agar terhindar dari kekeliruan.
  17. Mengkoordinasikan dan melaksanakan pemungutan biaya pembuatan akta sesuai ketentuan yang berlaku dan menyetor pendapatannya ke Kantor Kas Daerah.
  18. Meneliti dengan cermat dan menandatangani buku register akta untukl menghindari kesalahan.
  19. Menandatangani naskah dinas, surat masuk/keluar dengan meneliti kebanarannya sesuai kewenangannya.
  20. Melaksanakan pengawasan terhadap kinerja staf dan pelaksanaan pemungutan biaya pembuatan akta.
  21. Melaksanakan pelayanan kepada masyarakat yang transaparan, jelas, tegas, tepat waktu sebagai wujud pelayanan yang prima.
  22. Melaporkan pelaksanaan kegiatan Bidang Catatan Sipil dalam bentuk laporan bulanan dan tahunan sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas dan mengkoordinasikan dengan Kepala Seksi Data Pelaporan
  23. Memberikan penilaian kepada bawahan dengan DP. 3 untuk mengetahui prestasi dan dedikasi bawahan.
  24. Melaksanakan pengagendaan akta, pembukuan keuangan dengan tertib dan disiplin.
  25. Menyampaikan saran dan masukan kepada atasan secara lisan maupun tertulis sebagai bahan masukan dan pertimbangan atasan dalam mengambil keputusan.
  26. Mengupayakan suasana kerja yang harmonis, sejuk dalam melayani masyarakat pemohon akta.
  27. Menyusun telaah staf berkaitan dengan tugas pencatatan sipil.
  28. Menyiapkan bahan penyusunan Rencana Strategis ( Renstra ) dan Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ( Lakip ) sebagai pertanggungjawaban kinerja Dinas.
  29. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Pencatatan Sipil terdiri dari  :

  1. Seksi Perkawinan dan Perceraian;
  2. Seksi Kelahiran dan Kematian; dan
  3. Seksi Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan.

 

Kepala Seksi Perkawinan dan Perceraian

mempunyai tugas pokok menyusun progam kerja, menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis di Seksi Perkawinan dan Perceraian serta melaksanakan administrasi pencatatan perkawianan dan perceraian bagi WNI dan WNA.

Uraian Tugas Jabatan Kepala Seksi Perkawinan dan Perceraian, terdiri dari :

  1. Menyusun rencana kegiatan persiapan pencatatan dan penerbitan akta Perkawinan dan akta Perceraian dengan memahami peraturan yang berlaku guna kelancaran pelaksanaan tugas.
  2. Menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis Pencatatan Perkawinan dan Perceraian.
  3. Melaksanakan administrasi/pencatatan Perkawinan dan Perceraian
  4. Menjabarkan perintah atasan dengan jalan mengkaji dan menelaah perintahnya untuk didistribusikan kepada staf.
  5. Mendistribusikan tugas kepada staf sesuai dengan kemampuan dalam rangka efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas.
  6. Melaksanakan koordinasi dengan instnasi terkait melalui rapat koordinasi dalam rangka mencapai kesamaan langkah / persepsi dalam pelaksanaan tugas.
  7. Memeriksa pelaksanaan tugas staf dengan cara mengamati dan meneliti hasil kerja staf untuk mengetahui dan menilai hasil kerja staf.
  8. Memberikan petunjuk dan arahan kepada staf guna mencapai hasil kerja yang optimal.
  9. Mempersiapkan pencatatan perkawinan dan perceraian dengan cara meneliti dan memeriksa persyaratan yang diajukan pemohon untuk diadakan pencatatan dalam buku register.
  10. Melaksanakan pelayanan yang sejuk, transaparan, tepat, cepat, dan mengupayakan pelayanan prima kepada masyarakat pemohon.
  11. Melaksanakan pengawasan pencatatan perkawinan dan perceraian dengan tetap meneliti secara seksama berkas/data agar tidak terjadi persoalan/kesalahan.
  12. Melaksanakan pemungutan biaya pencatatan perkawinan dan perceraian sesuai ketentuan yang berlaku.
  13. Membukukan dengan tertib hasil pemungutan pencatatan perkawinan dan perceraian sebagai pendapatan untuk selanjutnya dikumpulkan dan disetorkan ke Kantor Kas Daerah.
  14. Menyiapkan blangko-blangko pencatatan perkawinan dan perceraian yang diperlukan dan blangko lain sesuai pedoman.
  15. Menyiapkan konsep penerbitan akta perkawinan dan perceraian dengan cara mencatat kembali hasil dari pencatatan dalam buku register untuk diajukan kepada atasan.
  16. Mengelola, menginventarisir data perkawinan dan perceraian dengan berdasrkan nomor pencatatan akta perkawinan dan perceraian.
  17. Melaksanakan evaluasi pelaksanaan tugas dengan meneliti laporan kegiatan agar sesuai target sasaran dan rencana kerja.
  18. Memberikan penilaian dengan DP. 3 kepada staf untuk mengetahui prestasi dan dedikasi staf.
  19. Menyusun laporan pelaksanaan tugas persiapan pencatatan dan penerbitan akta perkawinan dan perceraian secara tertulis sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.
  20. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan secara tertulis maupun lisan dalam rangka penyelesaian pelaksanaan tugas.
  21. Menyusun telaah staf berkaitan dengan tugasnya.
  22. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pencatatan Sipil sesuai dengan tugas dan fungsinya.

 

Kepala Seksi Kelahiran dan Kematian

mempunyai tugas pokok menyusun progam kerja, menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis di Seksi Kelahiran dan Kematian serta melaksanakan administrasi pencatatan kelahiran dan kematian bagi WNI dan WNA.

Uraian Tugas Jabatan Kepala Seksi Kelahiran dan Kematian terdiri dari :

  1. Menyusun rencana kegiatan persiapan pencatatan dan penerbitan akta kelahiran dan kematian biasa dan yang terlambat pelaporannya, dengan memahami peraturan yang berlaku guna kelancaran pelaksanaan tugas.
  2. Menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis Pencatatan Kelahiran dan Kematian.
  3. Melaksanakan administrasi pencatatan kelahiran dan kematian bagi WNI dan WNA.
  4. Menjabarkan perintah atasan dengan jalan mengkaji dan menelaah perintahn ya untuk didistribusikan kepada staf.
  5. Mendistribusikan tugas kepada staf sesuai dengan kemampuan dalam rangka efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas.
  6. Melaksanakan koordinasi dengan instnasi terkait melalui rapat koordinasi dalam rangka mencapai kesamaan langkah / persepsi dalam pelaksanaan tugas.
  7. Memeriksa pelaksanaan tugas staf dengan cara mengamati dan meneliti hasil kerja staf untuk mengetahui dan menilai hasil kerja staf.
  8. Memberikan petunjuk dan arahan kepada staf guna mencapai hasil kerja yang optimal.
  9. Menyelenggarakan administrasi/pencatatan kelahiran dan kematian.
  10. Melaksanakan pelayanan yang sejuk, transaparan, tepat, cepat, dan mengupayakan pelayanan prima kepada masyarakat pemohon.
  11. Melaksanakan pengawasan pencatatan-pencatatan kelahiran dan kematian dengan tetap meneliti secara seksama berkas/data agar tidak terjadi persoalan/kesalahan.
  12. Melaksanakan pemungutan biaya pencatatan kelahiran dan kematian sesuai ketentuan yang berlaku.
  13. Membukukan dengan tertib hasil pemungutan pencatatan kelahiran dan kematian sebagai pendapatan untuk selanjutnya dikumpulkan dan disetorkan ke Kantor Kas Daerah.
  14. Menyiapkan blangko-blangko pencatatan kelahiran dan kematian yang diperlukan dan blangko lain sesuai pedoman.
  15. Menyiapkan bahan pencatatan kelahiran dan kematian dengan cara meneliti dan memeriksa persyaratan yang diajukan pemohon untuk diadakan pencatatan dalam buku register.
  16. Menyiapkan konsep penerbitan akta kelahiran dan kematian dengan cara mencatat kembali hasil dari pencatatan dalam buku register untuk diajukan kepada atasan.
  17. Menyusun konsep tentang kelahiran dan kematian yang terlambat pelaporannya dengan cara merekapitulasi permohonan yang terlambat palporannya untuk diajukan kepada atasan.
  18. Memberikan penilaian dengan DP. 3 kepada staf untuk mengetahui prestasi dan dedikasi staf.
  19. Menyusun laporan pelaksanaan tugas persiapan pencatatan dan penerbitan akta kelahiran dan kematian secara tertulis sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan tugas.
  20. Melaksanakan evaluasi kegiatan berkaitan dengan pencatatan kelahiran dan kematian.
  21. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan secara tertulis maupun lisan dalam rangka penyelesaian pelaksanaan tugas.
  22. Menyusun telaah staf berkaitan dengan tugasnya.
  23. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pencatatan Sipil sesuai dengan tugas dan fungsinya.

 

Kepala Seksi Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan

mempunyai tugas pokok  menyusun progam kerja, menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis di Seksi Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan.

Uraian Tugas Jabatan Kepala Seksi Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan, terdiri dari :

  1. Menyusun rencana kegiatan persiapan pencatatan dan penerbitan akta Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan dengan memahami peraturan yang berlaku guna kelancaran pelaksanaan tugas.
  2. Menyiapkan bahan penyusunan kebijakan teknis Pencatatan Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan.
  3. Melaksanakan administrasi/pencatatan Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan.
  4. Menjabarkan perintah atasan dengan jalan mengkaji dan menelaah perintahnya untuk didistribusikan kepada staf.
  5. Mendistribusikan tugas kepada staf sesuai dengan kemampuan dalam rangka efektivitas dan efisiensi pelaksanaan tugas.
  6. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait melalui rapat koordinasi dalam rangka mencapai kesamaan langkah / persepsi dalam pelaksanaan tugas.
  7. Memeriksa pelaksanaan tugas staf dengan cara mengamati dan meneliti hasil kerja staf untuk mengetahui dan menilai hasil kerja staf.
  8. Memberikan petunjuk dan arahan kepada staf guna mencapai hasil kerja yang optimal.
  9. Menyelenggarakan administrasi/pencatatan Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan
  10. Melaksanakan pelayanan yang sejuk, transaparan, tepat, cepat, dan mengupayakan pelayanan prima kepada masyarakat pemohon.
  11. Melaksanakan pengawasan pencatatan Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan dengan tetap meneliti secara seksama berkas/data agar tidak terjadi persoalan/kesalahan.
  12. Melaksanakan pemungutan biaya pencatatan Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan sesuai ketentuan yang berlaku.
  13. Membukukan dengan tertib hasil pemungutan pencatatan Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan sebagai pendapatan untuk selanjutnya dikumpulkan dan disetorkan ke Kantor Kas Daerah.
  14. Menyiapkan blangko-blangko Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan yang diperlukan dan blangko lain sesuai pedoman.
  15. Menyiapkan bahan pencatatan Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan dengan cara meneliti dan memeriksa persyaratan yang diajukan pemohon untuk diadakan pencatatan dalam buku register.
  16. Menyiapkan konsep penerbitan kutipan Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan dengan cara mencatat kembali dalam buku register untuk diajukan kepada atasan.
  17. Menyusun konsep laporan tentang Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan dengan cara merekapitulasi permohonan untuk diajukan kepada atasan
  18. Memberikan penilaian dengan DP. 3 kepada staf untuk mengetahui prestasi dan dedikasi staf.
  19. Menyusun laporan pelaksanaan tugas persiapan pencatatan dan penerbitan akta Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan secara tertulis sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan.
  20. Melaksanakan evaluasi kegiatan berkaitan dengan pencatatan Pengangkatan Anak, Perubahan Nama dan Status Kewarganegaraan.
  21. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepada atasan secara tertulis maupun lisan dalam rangka penyelesaian pelaksanaan tugas.
  22. Menyusun telaah staf berkaitan dengan tugasnya.


Last Updated on Saturday, 18 June 2011 16:53