Buku Pokok Pemakaman TPUSalah satu hal mendasar bidang administrasi kependudukan adalah pencatatan peristiwa penting. Peristiwa penting adalah kejadian yang dialami oleh seseorang meliputi kelahiran, kematian, lahir mati, perkawinan, perceraian, pengakuan anak, pengesahan anak, pengangkatan anak, perubahan nama dan perubahan status kewarganegaraan.


Dari sepuluh peristiwa penting tersebut, setidaknya ada dua peristiwa yang sering terabaikan oleh seseorang atau anggota keluarganya, yakni kematian dan lahir mati. Anggota keluarga atau ahli waris baru akan mengurus akta kematian apabila ada keperluan pembagian warisan atau mendapatkan asuransi.


Menyadari hal itu, Dirjen Dukcapil menerbitkan Surat Edaran Nomor 472.12/2701/Dukcapil perihal Peningkatan Pencatatan Peristiwa Kematian. Surat edaran ini mewajibkan setiap pemakaman memiliki Buku Pokok Pemakaman (BPP). Hal ini merupakan inovasi baru dalam mendorong percepatan pencatatan peristiwa kematian. BPP tersebut nantinya diisi oleh petugas pemakaman. Dinas Dukcapil kabupaten/kota menjadikan BPP sebagai salah satu dasar untuk melakukan entry ke dalam sistem database kependudukan nasional, penerbitan akta kematian, serta perubahan dan penerbitan kartu keluarga (KK) baru.


Melalui upaya ini, diharapkan pencatatan peristiwa kematian akan lebih tertib, DP4 lebih berkualitas, terpenuhinya hak warga untuk mendapatkan akta kematian, terlaksananya perubahan dan penerbitan KK baru bagi keluarga yang anggota keluarganya meninggal, serta ter-update-nya database kependudukan nasional sebagai dasar pelayanan publik dan pembangunan di sektor lain. (Sumber :Dirjen Adminduk)(G7I)

IMG 0574        IMG 0551

Dalam rangka untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan arti penting dokumen kependudukan serta arti penting data kependudukan untuk mendukung tercapainya Grobogan Hebat, maka Dispendukcapil Kab. Grobogan mengadakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan dokumen kependudukan pada hari selasa tanggal 12 April 2016 bertempat di Danau Resto ( lokasi wisata lokal ). Acara diisi oleh Kadispendukcapil Kab Grobogan Bp. Moch Susilo, SH,MM dan Kabid PSIK Bp. Yunus Suryawan,S.STP,M.Si serta Bp Mulyoto Kasubag Humas Setda Grobogan. Acara dipandu oleh moderator Ibu Sulistyaningsih,MM Kabid Dafduk. Dalam kesempatan ini peserta spesial dari jajaran media massa seperti para wartawan dan kru majalah serta penyiar radio. dengan kehadiran awak media massa diharapkan publikasi akan arti penting dokumen kependudukan dan pemanfaatan data kependudukan akan lebih optimal.

Acara berjalan dengan menarik dan interaktif dimana didapatkan informasi penting berkenaan dokumen kependudukkan , penanganan permasalahan kependudukan dan data kependudukan. dalam hal pemanfaatan data kependudukan didapatkan informasi bahwa saat ini data kependudukan telah dimanfaatkan oleh 74 lembaga/kementrian dan perusahaaan. Kondisi penduduk indonesia nomor 4 terbesar didunia namun untuk IPM masih berada di urutan 108 dari 187 negara, cukup meprihatinkan. Untuk Kab Grobogan kuantitas penduduk cukup besar dimana semester 2 tahun 2015 sejumlah 1.431.535 jiwa urutan 6 di provinsi Jateng dengan LPP sebesar 1,3 % dan kepadatan penduduk 724 jiwa /Km2. Sementara untuk kualitas penduduk masih rendah dimana pendidikan masyarakat sebagian besar masih lulusan SD kebawah. saat ini Kab Grobogan mengalami bonus demografi dimana angka ketergantungan 72 % hal ini harus dimanfaatkan dan dipersiapkan dengan baik agar penduduk usia produktif dapat bekerja secara produktif dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi bukan menimbulkan masalah sosial ekonomi karena tidak terserap di pasar kerja.

Belum lama ini pada hari Sabtu tanggal 13 Februari 2016 Dispendukcapil Kabupaten Grobogan menyelenggarakan Bintek Operator SIMAKDES (Sistem Informasi Manajemen Adminstrasi Kependudukan Desa/Kelurahan) bagi Petugas Register /Petugas Pencatat Data Kependudukan PPDP di Kecamatan Godong. Bintek SIMAKDES ini diikuti oleh Petugas Register/PPDP dan operator SIAK kecamatan dari 3 Kecamatan, yaitu Kec. Godong, Penawangan dan Karangrayung

“Bintek SIMAKDES kali ini merupakan kelanjutan dari bintek sebelumnya yang telah dilaksanakan pada tahun 2015. Bintek sekarang lebih menekankan pada manajemen data terutama mengenai penduduk ganda, meninggal dan tidak ditempat” demikian penjelasan Untung Ariyanto,S.Sos selaku Kasi Jaringan Komunikasi dan Data.

“Bintek ini kami rencanakan diselenggarakan per kawedanan di seluruh Kabupenten Grobogan dan yang telah dilaksanakan di Kec. Toroh (Kec Toroh, Purwodadi, Geyer) tgl 11 Februari 2016. Sedangkan Bintek SIMAKDES terakhir untuk Kec. Kradenan dengan peserta Kec. Kradenan, Gabus dan Pulokulon akan laksanakan pada Kamis 20 Februari 2016” , ujar Untung Ariyanto, S.Sos. (G7i)

Jadwal Bintek SIMAKDES 2016

No Hari/Tanggal Lokasi Kecamatan/ Peserta
1. Kamis, 11 Februari 2016 Aula Kec. Toroh  Toroh, Purwodadi, Geyer
2. Sabtu, 13 Februari 2016 Aula Kec Godong  Godong, Penawangan, Karangrayung
3. Selasa, 16 Februari 2016 Aula Kec. Gubug  Gubug, Kedungjati, Tegowanu,                Tanggungharjo
4. Rabu, 17 Februari 2016 Aula Kec. Grobogan  Grobogan, Brati, Klambu
5. Kamis,18 Februari 2016 Aula Kec. Wirosari  Wirosari, Tawangharjo, Ngaringan
6. Sabtu 20 Februari 2016 Aula Kec. Kradenan  Kradenan, Gabus, Pulokulon

cahyokumoloJakarta - Mendagri Tjahjo Kumolo mewanti-wanti kepada seluruh masyarakat Indonesia. Proses administrasi kependudukan, mulai dari membuat akte kelahiran sampai e-KTP gratis. Jangan mau kalau ada oknum yang meminta biaya dengan dalih apapun, termasuk sumbangan sukarela.

"Di Indonesia wajib punya akte kelahiran, anak-anak punya KTP anak, dewasa wajib punya e-KTP, semuanya itu gratis tanpa dipungut biaya," tegas Tjahjo di Jakarta, Jumat (12/2/2016).

Tjahjo juga menyampaikan, jangan sampai masyarakat ada yang dimintai biaya dalam mengurus hal tersebut. Beliau menegaskan proses pengurusan gratis.

"Dan kedepannya semua harus punya," tutur Beliau (G7i)

(sumber:detik.com)